Glucose Syrup | Sirup Glukosa Cair TypeDE82&85

Rp3,510,000.00

Jual harga Rp 11,700,-/kg, minimum pemesanan 300 kg. (1 drum).

Spesifikasi: 82%, dan 85%

Sirup Glukosa Cair/Glucose Syrup Liquid, digunakan utk keperluan industri & rumah tangga, sirup glukosa cair/glucose syrup ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan aneka makanan, contohnya :

  1. Pembuaatan selai,
  2. Bahan campuran madu,
  3. Pembuatan kue,
  4. Pembuatan permen, dll.

Selain itu dengan kadar maltosa yang tinggi, Glucose Syrup sering digunakan untuk bahan baku pembuatan es krim/ice cream.

Penggunakan Glukosa memberikan efek mengkilap pada aneka makanan, dengan tingkat kemanisan sebesar 80% dari gula biasa.

Rp3,510,000.00
Rp3,510,000.00

Pemahaman sekilas produk kami Sirup Glukosa Cair atau Glucose Syrup Liquid

Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah suatu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi repirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.

Glukosa adalah sumber energi bagi tubuh manusia. Glukosa menyediakan energi untuk seleuruh sel pada tubuh agar tetap hidup dan berfungsi dengan baik. Glukosa didapatkan dari makanan yang anda makan, terutama dari sumber karbohidrat seperti nasi, roti, buah buahan, sayuran, dan gula. Glukosa berpindah melalui aliran darah ke sel sel tubuh, sehingga lebih dikenal dengan istilah glukosa darah atau gula darah.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.

Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen (“pati hewan”) dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernah secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.

Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa-monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut “cincin piranosa”, bentuk paling stabil untuk aldosa berkarbon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terkait pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam keseimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada Ph 7.

Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonpesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (“peripheral neuropathy”), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.

Dalam repirasi, melalui serangkaian reaksi terkatalisis enzim, glukosa teroksidasi hingga akhirnya membentuk karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATP. Sebelum digunakan, glukosa dipecah dari polisakarida.

Glukosa dan fruktosa diikat secara kimiawi menjadi sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida.

Dekstrosa terbentuk akibat larutan D-glukosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kanan. Dalam kasus yang sama D-fruktosa disebut “levulosa”  karena larutan levulosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kiri.

Weight 300 kg
Spesifikasi

82%, 85%

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.